PRIHATIN AKAN ROKOK DAN PEROKOK

PRIHATIN AKAN ROKOK DAN PEROKOK
Bismillah.

Saya prihatin akan Perokok dan Rokok.
Sebagai orang yang pernah merokok, walau katakanlah bukan 'Perokok Berat', apalagi 'memberatkan teman' karena memintai rokoknya, saya tahu cukup susahnya bagi kebanyakan orang untuk berhenti dari merokok.
Tetapi banyak yang bisa. Dan kiranya alhamdulillah saya juga bisa.
Di negara ini, Organisasi Islam tertua di RI, yakni Muhammadiyah (berdiri di tahun 1912), mutlak mengharaamkan Rokok.
http://tarjih.muhammadiyah.or.id/download-fatwa-219.html
http://nasional.kompas.com/read/2010/03/09/10123349/Fatwa.PP.Muhammadiyah.Merokok.Haram.
Bagaimana dengan lain unsur ummat?
Saat saya berjumpa KH Ma'ruf Amin yang adalah 'ulama dari unsur Organisasi Islam keempat tertua di RI yakni Nahdlatul 'Ulama/NU (berdiri 1926) yang kini adalah Ketua Umum MUI Pusat, seingat saya waktu itu 2009-2010 saat pertemuan Badan kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) dan MUI di aula Padepokan Pencak Silat TMII, soal ini, beliau (waktu itu beliau Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat) menyatakan di depan umum hadiriin bahwa Indonesia adalah negara Islam/mayoritas Muslim terakhir yang mengharaamkannya.
Dan MUI akan menaikkannya sampai haraam mutlak. Bertahap. In syaa Allah.
Dan di luar ini, fatwa seluruh Imam dan Ulama Madzhab Fiqh Syafi'iyyah - yang diklaim juga dianut NU dan agak cukup mayoritas Muslimiin RI - juga rupanya mutlak mengharaamkannya.
LIHAT:
https://almarwadi.wordpress.com/2013/10/30/rokok-menurut-mazhab-syafii/
http://muslim.or.id/6964-rokok-itu-haram.html
https://konsultasisyariah.com/13753-hukum-rokok-dalam-islam.html
http://www.hidayahsunnah.com/blog/2014/05/21/ajaran-madzhab-imam-syafii-yang-ditinggalkan-cadar-haramnya-rokok-dan-tercelanya-fanatik-madzhab-ustadz-abu-abdil-muhsin-firanda-andirja-m-a/
https://rumaysho.com/1973-masih-ragu-merokok-itu-haram.html
Mengenai hendak menuruti Ulama dan fatwanya, atau tidak mau ...
Rosulullah shollollohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَاراً وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنَ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Sesungguhnya 'ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. al-Imam at-Tirmidzi di dalam Sunan beliau no. 2681, Ahmad di dalam Musnad-nya (5/169), ad-Darimi di dalam Sunan-nya (1/98), Abu Dawud no. 3641, Ibnu Majah di dalam Muqaddimah-nya, serta dinyatakan sahih oleh al-Hakim dan Ibnu Hibban. Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah mengatakan, “Haditsnya shahih.” Lihat kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 3096, Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 2159, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 182, dan Shahih at-Targhib, 1/33/68)
'Ulama yang bagaimana?
إِنَّ اللهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
"Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Beliau mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673)
ALLAH di Al Qur'an juga mempersilahkan siapa saja makhlukNya, jika tidak ingin menuruti Allah.
Namun risikonya, tanggung saja sendiri.
Allah berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ الرَّسُوْلُ بِالْحَـقِّ مِنْ رَّبِّكُمْ فَاٰمِنُوْا خَيْرًا لَّـكُمْ ؕ وَاِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
"Wahai manusia! Sungguh, telah datang Rosul (Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepada-Nya), itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana."
(QS. An-Nisaa': Ayat 170)
Dan ayat Kauniyyah Allah berupa Sains, Biologi, Kimia, Kesehatan, dll., jelas menunjukkan kemudhorotan, buruknya Rokok atau merokok.
Wallohua'lam. Wastaghfirulloh. Walhamdulillah.
Abu Taqi Mayestino